6 Helah Cara Pancang Tanam Kelapa Sawit Supaya Subur Dengan Optimum

Advertisement
Kelapa sawit memang merupakan komoditi pangan yang besar dan banyak dimiliki oleh negara asia, seperti Indonesia dan Malaysia. Oleh itu, jangan hairan bila usaha kelapa sawit cukup disukai oleh banyak usahawan di asia. Bila Anda termasuk orang yang berminat kepada perniagaan kelapa sawit, maka wajib belajar tentang cara menanam kelapa sawit dengan baik. Di sini kami akan cuba beri beberapa helah / muslihat tentang cara pancang tanam kelapa sawit agar dapat tumbuh subur dengan optimum. Berikut helahnya;


1.    Penggunaan kawasan tanah yang betul-betul
Salah satu faktor penting yang boleh membuat pokok kelapa sawit dapat tumbuh subur dengan optimum adalah kawasan ladang tanam-nya. Perlu diketahui bahawa kelapa sawit sangat boleh berkembang baik di kawasan tropika dengan curah hujan yang rata-rata mencapai 1.500- 3000 mm / tahun, terutama di bahagian dataran rendah yang mempunyai ketinggian kira-kira 200-400 meter di atas permukaan air laut. Oleh itu, usahakan memakai tanah di kawasan tropika dengan keperluan kawasan tersebut akan mampu membuat perkembangan tumbuh pokok kelapa sawit dapat berjalan dengan baik dan optimum. 

2.    Memperhatikan kondisi yang mendukung area lahan
Cara penyesuaian yang mendukung area lahan ini juga sangat diperlukan agar bisa saling mendukung dalam pertumbuhan kelapa sawit yang optimum. Bila sudah mendapatkan daerah tropis yang betul, maka perlu juga memperhatikan kondisi area lahan dan sekitarnya. Usahakan area yang digunakan memiliki tanah yang gembur dan memiliki pH sekitar 4.0-6.5  serta bersuhu antara 25-27 derajat celcius dengan mendapat penyinaran langsung  matahari sekitar 1-7 jam setiap harinya. 

3.    Mekanisme persiapan dan pembukaan lahan yang betul
Proses ini sangat mempengaruhi lahan perkebunan kelapa sawit yang mau ditanami. Maka itu, mekanismenya harus dilakukan secara betul-betul. Bila telah mendapatkan lokasi lahan cocok/ideal, seperti bukaan baru di daerah hutan primer dan sekunder atau area yang bekas perkebunan tanaman lainnya, maka segera lakukan pembabatan/penumbangan, penumpukan, pembakaran sisa tanaman seluruhnya yang masih ada sebelumnya sampai benar-benar bersih lahannya.

4.    Teknik menanam bibit kelapa sawit yang betul
Setelah melakukan pembersihan lahan di atas, maka lakukan tahap pengajiran yang merupakan suatu tahap penentuan jarak tanam antar pohon. Contoh pengajiran yang baik menggunakan metode sistem jarak tanam segitiga sama sisi dengan ukuran 9x9x9 meter dengan jumlah populasi 143 pohon. Lubangi tiap titik sudut tersebut lalu diamkan selama seminggu. Setelah seminggu, baru lubang tersebut dimasukan bibit kelapa sawit lalu tutup kembali, lalu tanami sejenis pohon kacang-kacangan di dekatnya. Pohon kacang-kacangan ini berfungsi sebagai pendukung dari pertumbuhan bibit tersebut.

5.    Rawatan yang betul dan rutin
Bila bibit sudah tumbuh, maka lakukan perawatan yang betul-betul secara rutin, seperti penyiraman dan pemupukan serta mengawal hamanya.  

6.    Mengawal hama yang betul
Dalam tahap mengawal hama kelapa sawit ini harus dilakukan betul-betul karena terdapat beberapa hama yang mungkin menyerang kelapa sawit memiliki daya kebal tertentu yang berbeda-beda hingga harus ditangani dengan obat dan teknik mengawal yang betul agar tidak mengganggu kondisi area dan perkembangan kelapa sawit itu sendiri.

Demikian 6 helah cara pancang tanam kelapa sawit supaya subur dengan optimum. Mudah-mudahan berguna!

0 Response to "6 Helah Cara Pancang Tanam Kelapa Sawit Supaya Subur Dengan Optimum"

Catat Ulasan